
Pembangunan Masjid Terapung di Bonai Dipantau Ketua DPD APDESI Riau, Zulfahrianto: Ini Kebanggaan Kita Bersama*
Rokan Hulu, Riau – Komitmen membangun desa berbasis nilai religius dan kearifan lokal kembali ditunjukkan Ketua DPD APDESI Provinsi Riau, Zulfahrianto, SE, dengan terus memantau secara langsung progres pembangunan Masjid Terapung yang berlokasi di wilayah Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Pembangunan masjid terapung yang berdiri di atas perairan ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur desa, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong serta visi pembangunan berkelanjutan yang kini mulai mendapat perhatian luas, baik di tingkat nasional hingga internasional.
Dalam peninjauan terbarunya, Zulfahrianto SE menegaskan bahwa masjid terapung ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai ikon religi, wisata spiritual, dan pusat aktivitas sosial masyarakat desa.
“Kami ingin desa-desa di Riau menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus menghilangkan identitas. Masjid terapung ini adalah wujud harmonisasi antara alam, budaya, dan nilai keislaman,” ujar Zulfahrianto di sela-sela pemantauan lapangan.
Ia menambahkan, kehadiran masjid terapung di Bonai diharapkan mampu menjadi role model pembangunan desa yang kreatif dan inovatif, sekaligus memperkuat citra desa sebagai subjek utama pembangunan nasional.
Tak hanya itu, proyek ini juga dinilai memiliki daya tarik global. Konsep masjid terapung yang berpadu dengan bentang alam khas Riau berpotensi menjadi destinasi wisata religi yang diminati wisatawan mancanegara, sekaligus memperkenalkan wajah Islam yang damai dan bersahabat dari Indonesia ke dunia internasional.
Masyarakat Bonai menyambut baik perhatian dan keterlibatan langsung Ketua DPD APDESI Riau tersebut. Mereka menilai kehadiran Zulfahrianto SE di lapangan memberi semangat serta memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, transparan, dan berkualitas.
Dengan pemantauan berkelanjutan ini, APDESI Riau menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi kepala desa, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan desa yang visioner, religius, dan berdaya saing global.
(Rambe)