
Puluhan Masyarakat Desa Lubuk Soting Geruduk Kantor PT Agrinas Eks Kebun Tamtim PT Torus Ganda
Masyarakat Lubuk Soting Aksi Damai Dikantor PT Agrinas Eks Kebun Tamtim PT Torus Ganda
NAWACITAPOST.COM – ROKAN HULU –
Masyarakat Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menurunkan massa aksi damai di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Eks Kebun Tambusai Timur PT Torus Ganda, Rabu (13/5/2026).
Aksi damai puluhan masyarakat Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai tersebut, mempertanyakan kepada pihak manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Regional IV Riau, terkait dengan pengelola perusahaan perkebunan kelapa sawit eks PT Torus Ganda, Kebun Tambusai Timur.
“Kami meminta Pengelolaan kebun eks Kebun Tambusai Timur PT Torus Ganda harus masyarakata Desa Lubuk Soting.
Karena berdasarkan di peta wilayah Desa Lubuk Soting masuk 13 afdeling namun 1 orang pun tidak ada di libatkan masarakat tempatan khususnya Desa Lubuk Soting, jangan sebaliknya,” tegas Paisal Siregar, S.H., didampingi Sukrial Halomoan Nasution, S.H., bersama puluhan masyarakat yang aksi damai.
Lanjut Paisal Siregar, aksi damai puluhan masyarakat Desa Lubuk Soting ini, setelah mereka melakukan komunikasi yang baik kepada pimpinan Manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Regional IV, Eks Kantor Kebun Kelapa Sawit Tambusai Timur, PT Torus Ganda, belum lama ini yang diterima Asisten Manager PT APN Mayor Infantri Wiyono, sebulan lalu.
“Aksi damai ini, setelah tidak ada jawaban komunikasi saat kami bertemu dengan perwakilan Pimpinanan manajemen PT APN,” ungkap Paisal Siregar kepada media ini.
Menurut Paisal Siregar didampingi Sukrial Halomoan, penunjukan mitra PT APN anak Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP-BUMN) untuk mengelola eks Kebun Tambusai Timur PT Torus Ganda yang masuk di wilayah desa mereka Desa Lubuk Soting dan Desa Tambusai Timur dinilai tebang pilih.
Paisal Siregar membeberkan, dari pertemuan dengan manajemen PT APN waktu itu, terungkap diduga pengelola mitra dari PT APN eks Kebun Tamtim PT Torus Ganda yang dimaksut diantaranya, saudara Sari Antoni, Firiadi (Kades Aktif) dan beberapa orang lainnya. Sementara mereka Masyarakat Desa Lubuk Soting yang sanggup menjadi mitra, hanya menjadi penonton diareal yang masuk wilayah desa mereka tersebut.
Sementara itu, sambung kedua Aktivis ini, Eks Kebun Tambusai Timur PT Torus Ganda tersebut disita negara melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), karena masuk dalam kawasan hutan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres), nomor 5 Tahun 2025, seharusnya di hutankan kembali, bukan lagi dikelola oleh PT APN dan diserahkan kepada mitra untuk mengelola.
“Untuk itu kami menunggu beberapa hari kedepan jawaban yang baik dari Manajemen PT APN Regional IV Riau, kalau tidak, kami akan turunkan massa aksi damai lebih besar dari hari ini,” Jelasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Asisten Manager PT APN Mayor Infantri Wiyono mengatakan, sangat terbuka kepada masyarakat setelah PT APN manjadi pengelola eks PT Torus Ganda Kebun Tambusai Timur ini.
“Negara hadir tentu untuk membantu masyarakat. Apa yang disampaikan Tokoh Pemuda Desa Lubuk Soting ini, akan ditindaklanjutin kepada Pimpinan, kebetulan Pak GM saat ini sedang cuti,” kayanya.
Diakui Asisten Manager PT APN Kebun Tamtim, terkait dengan afdeling 12 dan Afdeling 3 Kebun Kerjasama Pola KKPA Koperasi Tambusai Timur (Kopertam), sudah menjadi pembahasan manajemen PT APN.
“Saat ini masih dikelola PT APN, namun kedepan akan dibicarakan kepada pihak Pengurus Kopertam tentang pengelolaan kebun kelapa sawit nya. Untuk gajian sesuai arahan Pak GM, akan direalisasikan setiap awal bulan, namun karena Pak GM sedang cuti, hasil untuk masyarakat agak terlambat.” pungkasnya.