
Aliran Idealisme Plato
Dalam Implikasi
Kegiatan Sekolah
Rohul. Opini Mahasiswa Magister Pedagogi
Universitas Lancang Kuning.
- Lusi Marlina Simanullang
- Defni Yanti
- Dyah Azzahra Nur Ramadhani
- Eka Dharma Dianggraini
Idealisme adalah aliran filsafat yang
menegaskan bahwa realitas utama bersifat mental atau ide, bukan material. Dunia fisik
dianggap hanya sebagai cerminan dari realitas yang lebih tinggi, yaitu
dunia ide atau konsep. Dalam filsafat pendidikan, idealisme
menekankan pentingnya
pendidikan moral, nilai-nilai,
kebijaksanaan, dan pengembangan
karakter.
Secara historis, idealisme telah
diformulasi dengan jelas dan
diintrodusir oleh Plato pada abad
ke-4 sebelum Masehi (S.M).
Menurut Plato, dunia fisik hanyalah
bayangan dari dunia ide yang
sempurna. Karena itu, pendidikan
harus membawa individu menuju
pemahaman tentang ide-ide abadi,
seperti kebenaran, kebaikan, dan
keindahan.
Pendidikan berlandaskan idealisme
bertujuan membentuk individu
yang
berbudi luhur dan
bertanggung jawab. Pendekatan
pembelajaran idealis bersifat
holistik, mencakup aspek kognitif,
moral, spiritual, dan karakter.
Pendidikan idealisme tentunya
mempersiapkan peserta didik untuk
menjadi bukan hanya pekerja
produktif, tetapi juga warga negara
yang beretika, pemimpin bijaksana,
dan manusia bermoral, sehingga
berkontribusi pada terbentuknya
masyarakat yang lebih adil dan
berkeadaban.
Implikasi Aliran Idealisme Di
Sekolah
- SMAN 4 Tambusai Utara,
dengan NPSN 10402941,
merupakan salah satu sekolah
menengah atas di Provinsi Riau
yang berlokasi di Jl. Pelajar,
Bandar Selamat Mahato,
Kecamatan Tambusai Utara,
Kabupaten Rokan Hulu. Sekolah
ini resmi berdiri pada tanggal 20
Juni 2002 dan saat ini memiliki
19 rombongan belajar (Rombel).
Program Literasi
Al-Quran
Sebagai Penguatan Karakter
Program membaca Al-Qur’an
selama 15 menit sebelum
kegiatan belajar serta target
khatam setiap tahun yang
dilaksanakan di SMAN 4
Tambusai Utara merupakan
upaya yang sangat inspiratif
dalam membentuk karakter
peserta didik. Program ini
memberikan dampak positif
yang luas, baik dalam aspek
spiritual, akademik, maupun
pembiasaan perilaku baik. Dari
sisi spiritual, rutinitas membaca
Al-Qur’an setiap hari
menghadirkan suasana religius
dan membawa ketenangan di
lingkungan sekolah, sekaligus
menanamkan nilai-nilai akhlak
mulia sebagai dasar utama
pendidikan karakter.
Dalam aspek akademik, kegiatan
ini membantu siswa memulai
proses belajar dengan hati yang
lebih tenang dan pikiran yang
lebih terfokus.
Kebiasaan
membaca Al-Qur’an juga
berperan dalam mengelola emosi
dan meningkatkan konsentrasi,
sehingga berpotensi menunjang
prestasi belajar. Sementara itu,
pencapaian khatam setiap tahun
menjadi sarana efektif untuk
menumbuhkan rasa tanggung
jawab, kedisiplinan, dan
komitmen bersama.
Pelaksanaan kegiatan ini juga
menunjukkan bahwa sekolah
tidak hanya bertugas
mengajarkan ilmu pengetahuan,
tetapi juga membangun generasi
yang seimbang antara
kecerdasan intelektual dan
spiritual.
- SMAN 1 Kuala Cenaku yang
terletak di Desa Teluk Sungkai,
Kecamatan Kuala Cenaku,
Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Didirikan pada 7 Desember
2016, sekolah ini memiliki
NPSN 69964281 dan
terakreditasi B (per November
2018).
SMAN 1 Kuala Cenaku
mengintegrasikan kegiatan
Jumat Muhadaroh dan Literasi
sebagai upaya menerapkan nilainilai idealisme. Idealisme dalam
filsafat menekankan pentingnya
nilai spiritual, moral, dan
intelektual
dengan tujuan
meningkatkan kesadaran
spiritual, toleransi, dan
kepemimpinan siswa melalui
ceramah agama, diskusi, dan
sharing pengalaman.
Dengan
kegiatan Jumat Muhadaroh dan
Literasi, SMAN 1 Kuala Cenaku
menunjukkan komitmen
mengembangkan karakter dan
intelektualitas siswa. Ini sejalan
dengan idealisme yang
mengutamakan pembentukan
nilai-nilai luhur dan pencarian
kebenaran. Program ini
berpotensi menciptakan generasi
yang tidak hanya cerdas
akademis, tapi juga berakhlak
mulia dan peduli lingkungan.
Daftar Pustaka
Rochaendi, Endi, dkk. (2024).
Filsafat Pendidikan
Fondasi Pemikiran Dalam
Pendidikan. Lampung:
Institut Teknologi Sumatera
(ITERA)
Rusdi. (2013). Filsafat Idealisme
(Implikasinya Dalam
Pendidikan). Dinamika Ilmu
Vol. 13. No. 2.
( EYT )