
PADes Sei Kandis Diduga Di Gelapkan: BPD Mengaku Tak Tahu, Warga Resah Dugaan Korupsi Berjama’ah
Rokan Hulu, Riau — Aroma krisis tata kelola desa kembali menguat dari Desa Sei Kandis, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Masyarakat kini mempertanyakan secara terbuka ke mana aliran Pendapatan Asli Desa (PADes) selama tiga tahun terakhir, sejak 2023 hingga 2025, yang dinilai tidak transparan dan tertutup rapat dari publik.
Ironisnya, bukan hanya masyarakat yang mengaku tak mengetahui. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)—lembaga pengawas desa—juga menyatakan tidak pernah menerima laporan resmi PADes, bahkan tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan Peraturan Desa (Perdes) PADes.
“Kami sudah bertanya ke BPD, dan mereka juga tidak tahu. Sejak 2023 sampai 2025 tidak ada Perdes PADes. Kepala desa tidak pernah menyusun, apalagi melaporkan secara terbuka,” ujar Adi S, warga Sei Kandis, yang menjadi narasumber berita ini.
Masyarakat menduga kuat, PADes Desa Sei Kandis tidak dicatat seluruhnya dalam APBDes. Selama ini, pendapatan yang dimasukkan hanya bersumber dari BUMDes, sementara pendapatan lain seperti:Pasar Desa,Pasar tender karet
diduga tidak masuk ke kas desa, melainkan mengalir ke kantong pribadi oknum tertentu.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan indikasi kuat tindak pidana korupsi dana pendapatan asli desa (PADes),.
Lebih memprihatinkan, BPD mengaku telah berulang kali menegur kepala desa, baik secara lisan maupun tertulis, serta meminta agar:Rancangan Perdes PADes disusun,
“PADes dibuka secara transparan
Laporan disampaikan ke masyarakat
Namun seluruh peringatan itu tidak dihiraukan”.
“Kami sudah sangat lelah. BPD sudah menegur berkali-kali, tapi kepala desa tetap diam. Seolah kebal aturan,” kata Adi.
Dugaan Proyek Fiktif dan Tak Sesuai Bestek,”
Keresahan warga semakin memuncak setelah muncul dugaan penyimpangan proyek fisik desa, di antaranya:
Tiga jembatan diduga fiktif
Satu jembatan tidak sesuai bestek
Proyek semenisasi diduga ‘mark-up’ (dikurangi volume),
Rangkaian dugaan ini membuat warga menilai Desa Sei Kandis dalam kondisi darurat integritas.
“Kami menduga desa kami sudah menjadi sarang korupsi. Bukan satu-dua masalah, tapi sistematis,” tegas Adi.
Teriakan Warga: Selamatkan Desa dari Koruptor
Kini, masyarakat Desa Sei Kandis menyampaikan seruan terbuka kepada:
Bupati Rokan Hulu,Inspektorat ,DPMD, Camat serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan menyelamatkan desa SEI Kandis,
“Kami ingin desa kami maju, bukan jadi ladang korupsi oknum. Tolong bantu kami. Masyarakat sudah sangat resah,” ujar warga.
(DR)