
Dorong Kemandirian ABK, KKG SLB Wilayah 3 Kampar-Rohul Gelar Pelatihan Kewirausahaan Ecoprint
Pasir Pengaraian, 2 Juni 2026 – Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Wilayah 3 Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu sukses menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi guru bertema “Kewirausahaan”. Kegiatan fokus pada keterampilan membuat batik ecoprint dan merangkai bunga dari kawat bulu. Pelatihan digelar di SLBN Rokan Hulu, Pasir Pengaraian, dengan 35 guru perwakilan dari 7 SLB se-Kampar–Rohul.
Pertemuan bertujuan meningkatkan kemampuan guru mengkreasikan bahan terbaru menjadi produk keterampilan bernilai jual. Dengan begitu, program keterampilan di SLB memberi peluang kesiapan kerja dan pengenalan nilai kewirausahaan yang disesuaikan potensi unik setiap anak berkebutuhan khusus.
Kepala SLBN Rokan Hulu Umri Fahrudi Harahap, M.Pd selaku tuan rumah menyambut hangat pertemuan rutin KKG bertema kewirausahaan. Ia menegaskan, sebagai sekolah luar biasa, program keterampilan dan kewirausahaan penting untuk menunjang kesiapan kerja dan berdampak di kehidupan masyarakat.
Ketua KKG Wilayah 3 Kampar–Rohul Agus Ari Anggara, S.Pd., Gr. mengapresiasi antusiasme peserta pelatihan ecoprint dan merangkai bunga. “Harapannya ilmu yang didapat bisa diterapkan guru di sekolah masing-masing demi kemajuan dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta antusias menyelesaikan tugas. Materi pertama pelatihan batik ecoprint menggunakan media totebag kain kanvas. Peserta merangkai tumbuhan menjadi motif indah. Pemateri Elmaiza Fadilla, S.Pd., Gr. menyebut teknik pounding ecoprint langkah nyata menghadirkan pembelajaran kreatif berbasis proyek untuk ABK.
“Prosesnya sederhana, alat ramah anak. Selain itu melatih jiwa berwirausaha dengan menjual hasil karya ke khalayak ramai,” ujarnya.
Materi kedua pelatihan merangkai bunga dari kawat bulu dibawakan Sariana, S.Pd. Ia menyampaikan kompetensi keterampilan guru harus terus diperbarui sesuai perkembangan zaman agar ilmu relevan dengan kehidupan peserta didik.

“Jika sekarang bahan keterampilan yang sedang tren kawat bulu, maka guru harus belajar menyesuaikan untuk menambah bekal ilmu anak. Bukan sekadar mengajarkan keterampilan dengan bahan ketinggalan zaman,” katanya.
Pertemuan rutin KKG Wilayah 3 Kampar–Rohul bertema kewirausahaan dan tema relevan perkembangan zaman diharapkan membuat kompetensi guru terus berkembang. Tujuannya mencetak lulusan SLB siap berdaya mandiri di tengah masyarakat.
(Humas)