
Transparansi Anggaran Haji 2026 Rokan Hulu Jadi Tuntutan Masyarakat
ROKAN HULU – Rencana anggaran perjalanan haji 2026 Kabupaten Rokan Hulu sebesar Rp5,8 miliar untuk 377 jamaah menjadi sorotan publik. Angka tersebut dinilai besar sehingga memunculkan pertanyaan soal transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Berdasarkan dokumen yang beredar, alokasi anggaran terdiri dari Rp4,1 miliar untuk biaya penerbangan atau charter pesawat, dan Rp1,7 miliar untuk kebutuhan operasional seperti konsumsi, transportasi keberangkatan, serta angkutan pendukung.
Jika dirata-ratakan, total anggaran mencapai sekitar Rp15,3 juta per jamaah. Untuk komponen penerbangan saja, biayanya sekitar Rp10,8 juta per orang.
Besarnya angka ini memicu tanggapan dari sejumlah masyarakat. Mereka meminta pemerintah daerah menjelaskan dasar perhitungan biaya, jenis armada yang digunakan, dan rincian pos anggaran lainnya.
“Pelayanan jamaah memang penting, tapi penggunaan uang rakyat harus transparan, efektif, dan tepat sasaran,” kata seorang tokoh masyarakat Rokan Hulu yang tidak ingin disebutkan namanya.
Nama Dadan dari bagian Perencanaan dan Saprizal dari bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) disebut terlibat dalam penyusunan permohonan anggaran tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari keduanya maupun dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terkait rincian penggunaan anggaran.
Pengamat kebijakan publik menilai keterbukaan informasi merupakan kewajiban pemerintah daerah agar penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan moral.(DR)