Dukungan Masyarakat Tobat, grrinas Harus Beri Manfaat Nyata”

Bagikan di sosmed anda

Dukungan Masyarakat Tobat, grrinas Harus Beri Manfaat Nyata”


Rokan Hulu – Dukungan terhadap pengelolaan kebun Kopertam oleh PT Agrinas kian menguat dari masyarakat Dusun Tobat, Desa Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai.

Tiga tokoh lokal—Parlin Hasibuan, M. Yani Siregar, dan Rahman Lubis sebagai tokoh masyarakat—secara tegas menyatakan kesiapan untuk bersinergi, demi menciptakan kenyamanan bersama sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga.

Di tengah sorotan nasional hingga global terkait konflik agraria dan ketimpangan pengelolaan sumber daya, masyarakat Tobat mengambil langkah berbeda: membuka ruang kerja sama dengan perusahaan, namun dengan tuntutan keadilan yang jelas dan terukur.

Parlin Hasibuan menegaskan bahwa stabilitas sosial menjadi prioritas utama masyarakat.
“Demi kenyamanan bersama, kami akan mengajak anak kemenakan untuk tetap tenang dan mendukung pengelolaan oleh PT Agrinas, selama itu berjalan baik dan transparan,” ujarnya.

M. Yani Siregar turut menyoroti pentingnya keberpihakan perusahaan kepada masyarakat lokal.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami ingin dilibatkan, diberi kesempatan bekerja, dan merasakan manfaat langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Rahman Lubis sebagai tokoh masyarakat memperkuat suara tersebut dengan nada yang lebih lugas.

“Jangan sampai masyarakat hidup di tengah ribuan hektare kebun, tapi justru menjerit. Kehadiran perusahaan harus membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat,” katanya.

Siap Dukung, Asal Masyarakat Diperhatikan
Masyarakat Dusun Tobat menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung operasional PT Agrinas, termasuk memfasilitasi berbagai kebutuhan di lapangan. Namun, mereka menuntut adanya timbal balik konkret berupa lapangan kerja, peningkatan ekonomi, serta pengurangan angka pengangguran.

“Kami siap bersinergi, tapi masyarakat harus diperhatikan. Jangan sampai kami hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tambah Parlin Hasibuan.

Warisan Sejarah: Kerajaan Tobat Sejak 1726
Dusun Tobat memiliki nilai historis yang kuat. Wilayah ini dikenal sebagai bekas pusat Kerajaan Tobat yang telah berdiri sejak tahun 1726.

Kerajaan tersebut memiliki keterkaitan dengan wilayah Sumatra Utara melalui tokoh leluhur Sutan Naparas dari Kerajaan Pinarik. Hingga kini, garis keturunan tersebut masih diakui di tengah masyarakat, termasuk pada sosok Parlin Hasibuan.

Kolaborasi atau Konflik: Pilihan di Tangan Semua Pihak

Dukungan masyarakat Tobat terhadap PT Agrinas menjadi gambaran penting bahwa investasi dan keadilan sosial harus berjalan beriringan. Ini bukan hanya isu lokal, tetapi bagian dari tantangan pembangunan di tingkat nasional hingga mancanegara.

Jika sinergi ini berjalan sesuai harapan, Dusun Tobat berpotensi menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat adat. Namun pesan masyarakat tegas: dukungan ini bersyarat.

Mereka tidak hanya menunggu janji, tetapi bukti nyata. Jika harapan diabaikan, maka dukungan yang hari ini menguat bisa berubah menjadi kritik keras yang tak terbendung.
(DR)

Tingalkan komentar anda

Verified by MonsterInsights