
Warga Kampung Bengkel Mahato KM 24 , Adakan MUNGGAHAN Mushola ATTAQWA Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H – 2026 M .
Mahato . Sambut bulan suci ramadhan 1447 H – 2026 M , Warga kampung bengkel Mahato km 24 , adakan kegiatan acara munggahan sekaligus jalin tali silaturahmi – salam -salaman saling meminta maaf sesama, agar puasa nanti nya diterima oleh Allah SWT , pada Selasa ( 17/2/2026 ) pukul 20.00 wib , bertempat mushola Attaqwa Kampung bengkel Mahato bandar selamat km 24 Tambusai Utara Rokan hulu Riau .
Tampak hadir : ustadz Jauhari dari pesantren Raudhatussalam Mahato , Pendi Harahap ketua pelaksana – pengurus mushola Attaqwa , Jarno tokoh masyarakat , lswandi KAMad Mts Nurul lman Mahato , Kasimin BPD Mahato , Babinsa Mahato , tokoh masyarakat , tokoh agama , tokoh pemuda , Kadus , RT / RW , ibu perwiritan kampung bengkel .
Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh : M Sobirin Al Hafidz .
Jarno tokoh masyarakat , ucapkan terima kasih kepada pengurus yang telah mengadakan kegiatan munggahan dengan mendatang penceramah , sekaligus untuk menjalin tali silaturahmi sesama warga kampung bengkel sembari saling meminta maaf sesama , agar nanti nya puasa kita di terima Allah SWT , nanti nya di tutup dengan acara makan bersama , mari nantinya kita dengarkan santapan rohani mengenai puasa ramadhan oleh ustadz kita , moga segala amal kita di terima oleh Allah ,” tutur ustadz Jauhari .
Ustadz Jauhari dalam ceramahnya terangkan bahwasanya : munggahan bukan sekadar tradisi makan bersama sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Lebih dari itu, munggahan adalah momen untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta mempersiapkan diri lahir dan batin dalam menyambut bulan yang penuh berkah.
Munggahan biasanya dilakukan pada akhir bulan Sya’ban, satu atau dua hari menjelang Ramadan. Selain itu, Munggahan juga bisa dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama, dan saling bermaafan serta berdoa bersama ,” ucap Ustadz Jauhari .
Hikmah Ramadhan adalah tujuan utama puasa untuk membentuk pribadi bertakwa, melatih kejujuran, disiplin, dan pengendalian diri.
Ramadhan juga menyucikan jiwa, meningkatkan empati sosial terhadap yang kurang mampu, mempererat silaturahmi, serta mendatangkan keberkahan fisik dan spiritual.
Berikut adalah rincian hikmah bulan Ramadhan:
Peningkatan Ketakwaan (Taqwallah): Tujuan utama puasa adalah agar menjadi hamba yang bertakwa, lebih taat kepada perintah Allah SWT, dan terjaga dari larangan-Nya ,” ucap ustadz Jauhari .
Melatih Kejujuran dan Ikhlas: Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Allah, melatih kejujuran karena tidak ada yang tahu seseorang berpuasa selain dirinya dan Allah.
Pengendalian Diri dan Hawa Nafsu: Puasa mendidik manusia untuk menahan amarah, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu, yang membantu menyempitkan ruang setan dalam diri.
Penyucian Jiwa dan Akhlak.,” jelasnya .
Ramadhan menjadi sarana mengikis sifat sombong, iri, dan dengki, serta memperbaiki akhlak agar lebih lembut dan santun.
Empati Sosial dan Peduli Sesama: Merasakan lapar mengajarkan solidaritas dan kepedulian terhadap fakir miskin, sehingga mendorong peningkatan sedekah.
Disiplin Waktu: Jadwal sahur dan berbuka yang teratur mendidik kedisiplinan dan manajemen waktu.
Kesehatan Fisik: Puasa memberikan kesempatan tubuh untuk detoksifikasi dan mengistirahatkan sistem pencernaan.
Meningkatkan Intensitas Ibadah: Umat Islam lebih rajin membaca Al-Qur’an, tarawih, dan dzikir, menumbuhkan ketenangan batin.
Ampunan Dosa:
Ramadhan adalah momen ladang amal untuk meleburkan dosa-dosa masa lalu.
Dengan memahami hikmah-hikmah ini, diharapkan Ramadhan menjadi madrasah untuk meningkatkan kualitas diri secara permanen, tidak hanya selama sebulan penuh, tetapi juga di bulan-bulan setelahnya ,” ungkapnya menutup .
Tutup Acara dengan Makan bersama .
( EYT )