Selawat Dulang Lebaran Pertama Taja Mushola Nurul Yaqin Bukit Kandung Solok ,” Wali Nagari ASRIYANDI : Hibur Warga – Perantau

Bagikan di sosmed anda

Selawat Dulang Lebaran Pertama Taja Mushola Nurul Yaqin Bukit Kandung Solok ,” Wali Nagari ASRIYANDI : Hibur Warga – Perantau .

Solok. Lebaran hari pertama idul Fitri 1447 H kenagarian bukit kandung adakan kegiatan Dendang selawat dulang sekaligus galang dana gelar lelang kue dan apik ayam , sembari untuk menghibur masyarakat bukit kandung serta para perantau yang pulang kampung , TAJA mushola Nurul Yaqin jorong sopan balai nagari bukit kandung pada Sabtu ( 21/3/2026 ) pukul 20.30 wib . Bukit Kandung kab Solok Sumbar .

Tampak Hadir : ASRIYANDI wali nagari bukit kandung bersama staf , Ninik Mamak , tokoh agama , tokoh masyarakat , tokoh pemuda /i , kaum ibu-ibu , pengurus mushola Nurul Yaqin , panitia bersama anggota , para perantau .

Didatangkan Selawat dulang : Bintang Beracun ( Batusangkar ) VS Sinar Berlian ( Sijunjung )

ASRIYANDI Sebagai Wali Nagari di akhir acara sampaikan kepada awak media online , memang pada lebaran pertama idul Fitri 1447 H kita mengadakan kegiatan Dendang selawat dulang , giat ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya kita adakan di kenagarian bukit Kandung ini , sekaligus adakan penggalangan dana dengan : lelang kue dan apik ayam yang telah di sumbangkan oleh warga kita sebelumnya , dendang selawat dulang kita adakan bertujuan untuk menghibur warga bukit kandung dan para perantau yang pulang kampung , nanti Hasil lelang tersebut akan di serahkan / sumbangkan kepada pengurus mushola Nurul Yaqin, dipergunakan untuk pembangunan mushola kita ini agar lebih megah lagi ,” ucap ASRIYANDI .

ASRIYANDI lebih lanjut katakan , kita dari pemerintahan setempat yaitu kenagarian bukit kandung , memberikan APRESIASl yang setinggi -tinggi nya kepada seluruh PANITIA pelaksana , terlaksana giat ini atas dukungan penuh dari para Ninik Mamak dan tokoh masyarakat kita di bukit Kandung ini , alhasil dari kegiatan pada malam ini yaitu : terkumpul uang dari hasil lelang kue & apik ayam dengan total keseluruhan sebanyak 18 juta 300 ribu Alhamdulillah ,” kata Pak Wali ASRIYANDI .

“Salawat dulang adalah kesenian sastra lisan islami tradisional Minangkabau yang menggabungkan vokal dan ketukan jari pada talam (dulang) kuningan , tradisi ini diyakini berawal dari dakwah Syekh Burhanuddin di Pariaman yang mengadopsi rebana Aceh, kemudian berkembang pesat sebagai media dakwah sufistik dan pengajian Tarekat Syattariyah .

“Tradisi ini dibawa oleh ahli agama Minangkabau, termasuk Syekh Burhanuddin, yang belajar agama di Aceh. Sepulangnya dari Aceh, Syekh Burhanuddin mengembangkan kesenian ini dengan menabuh dulang (talam tempat makan) sambil mendendangkan syair dakwah, terinspirasi dari rebana Aceh.

Awalnya, salawat dulang digunakan sebagai sarana penyebaran Islam (dakwah) di Minangkabau, terutama untuk menyebarkan ajaran Tarekat Syattariyah yang kental dengan ajaran tasawuf.

Dahulu, kesenian ini hanya dipertunjukkan di tempat terhormat seperti masjid atau surau.
Bentuk Permainan: Dilakukan oleh dua orang (duduk bersisian) yang menabuh dulang, menyanyikan riwayat hidup Nabi Muhammad, memuji Nabi, serta menyampaikan ajaran agama.

Seiring waktu, salawat dulang mengalami pergeseran fungsi dari sekadar media dakwah menjadi seni pertunjukan yang lebih menghibur. Saat ini, pertunjukan sering kali menampilkan unsur humor, tanya jawab (uji kemampuan), dan irama lagu yang lebih modern (seperti lagu Minang, dangdut, atau pop) untuk menyesuaikan dengan selera penonton.

Salawat dulang hingga kini tetap lestari sebagai waritas budaya , bernuansakan Islam di Sumatera Barat , kita berkomitmen akan terus kita lestarikan ,” papar pak wali ASRIYANDI dengan rinci .

Kegiatan berjalan dengan aman tertib dan sukses sampai akhir .

( EYT )

Tingalkan komentar anda

Verified by MonsterInsights