
Konflik Lahan 39 Hektare di Tambusai Timur Memanas: Warga Tobat Tolak Sawit
Rokan Hulu, Riau – Polemik lahan 39 hektare di Desa Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai, memicu keresahan warga. Mereka desak kembalikan lahan ke peladangan tumpang sari, bukan sawit.
Pertemuan di Kantor Desa Lubuk Rapat dihadiri Parlin Hasibuan, tokoh masyarakat, dan warga. Lahan yang disengketakan diakui sebagian warga Lubuk Rapat telah digarap, padahal warga Tobat mengklaim sebagai areal peladangan tumpang sari.
“Jangan jadikan sawit. Kembalikan ke asalnya,” tegas salah satu warga. Mantan Kades Lubuk Rapat, Hadi, menyatakan tidak lagi mengelola lahan dan menunggu kedatangan pemilik lahan di Jakarta.
Konflik ini menyoroti gesekan antara investasi sawit dan keberlanjutan lingkungan. Warga khawatir ketergantungan pasar meningkat dan kemandirian desa terkikis. Mereka desak transparansi dan mediasi terbuka. “Jangan sampai masyarakat kecil dikorbankan,” ujar tokoh pemuda.
(DR)