
INDONESIA DARURAT MAFIA TANAH
Korban Ditembak di Riau, Polisi Belum Periksa Korban — Arsul Lubis: “Ini Penegakan Hukum Apa?”**
Bengkalis —Konflik perebutan lahan di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, berubah menjadi tragedi berdarah. Nofris Foat, pekerja yang menjaga kebun milik Arsul (Asrul) Lubis, ditembak oleh kelompok yang menyerang lahan tersebut.
Ironisnya, hingga korban terbaring dengan luka tembak di RS Awal Bros Pekanbaru, belum satu pun penyidik Polres Bengkalis mengambil keterangannya.
Kondisi ini memicu kemarahan publik dan mempertanyakan: apakah hukum masih berkuasa atau sudah kalah oleh premanisme dan mafia tanah?
Tanah Dibeli Sah,
Diakui Pemerintah Desa
Lahan yang diperebutkan bukan tanah kosong tanpa status.
Menurut keterangan resmi:
Kebun tersebut dibeli Arsul Lubis dari masyarakat
Kepemilikan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa
Arsul Lubis menguasai dan mengelola lahan secara nyata
Sebaliknya, kelompok yang datang menyerang tidak mampu menunjukkan dokumen resmi negara, hanya mengklaim sepihak dengan dasar transaksi internal mereka.
Penembakan, Pembakaran, dan Perusakan Massal Serangan ke kebun itu menyebabkan:
Nofris Foat ditembak Rumah dan pondok dibakar,Alat berat excavator dirusak
Mobil dihancurkan
Warga mengalami luka-luka
Total kerugian yang dialami Arsul Lubis dan masyarakat diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Puluhan Nama Diduga Terlibat
Korban dan warga telah menyerahkan daftar puluhan nama yang diduga:
Menyerang kebun,Melakukan penganiayaan,Melakukan pembakaran
Melakukan perusakan alat dan rumah
Masyarakat menuntut agar seluruh nama tersebut dipanggil dan diperiksa tanpa pandang bulu.
Arsul Lubis, pemilik kebun sekaligus konsultan hukum, melontarkan kritik keras terhadap lambannya tindakan kepolisian.
“Sampai sekarang belum ada pihak Polres yang mengambil keterangan korban penembakan. Ini penegakan hukum apa ini?”
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekerasan.
“Negara ini negara hukum. Semua wajib taat hukum, baik penegak hukum, instansi pemerintah, maupun masyarakat. Hak-hak hukum rakyat harus dihormati,” tegas Arsul.
Polres Bengkalis Disorot Publik
Fakta bahwa korban penembakan belum diperiksa meski sudah dirawat di rumah sakit besar di Pekanbaru menimbulkan kecurigaan publik.
Masyarakat menilai:Jika korban ditembak tapi penyidik tidak datang,
maka yang terluka bukan hanya korban, tapi juga wibawa hukum Indonesia.
Dunia Sedang Melihat Indonesia
Kasus Bengkalis bukan lagi konflik desa.
Ini adalah ujian apakah negara masih melindungi rakyat atau menyerah kepada mafia tanah dan preman bersenjata.
Jika pelaku:Penembakan
Pembakaran,Perusakan
Perampasan lahan,tidak segera ditangkap, maka yang kalah bukan Arsul Lubis — yang kalah adalah negara.
(DR)