Rokan Hulu Perkuat Pencegahan Karhutla, Satgas Dibentuk di Wilayah Rawan
Rokan Hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama Polres Rokan Hulu memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul terdeteksinya 171 hotspot sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang dipimpin Bupati Rokan Hulu Anton bersama Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra di Mapolres Rokan Hulu, Sabtu (29/8/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 171 hotspot terdeteksi dengan luas lahan terbakar sekitar 43 hektare. Kecamatan Rokan IV Koto menjadi salah satu wilayah dengan titik api terbanyak.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra mengatakan, Polres Rohul bersama jajaran terus meningkatkan patroli wilayah rawan, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat serta kesiapan personel dan peralatan.
“Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Begitu terdeteksi harus segera dicek dan ditangani. Pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus berjalan bersama,” kata Emil.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan hingga masyarakat.
“Karhutla adalah persoalan bersama. Semakin cepat informasi diterima dan kita bergerak, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Rokan Hulu Anton memerintahkan BPBD segera membentuk Satgas Penanganan Karhutla di sejumlah wilayah rawan, khususnya Kecamatan Rambah Samo, Rambah, Rokan dan Pendalian.
Satgas tersebut disiapkan untuk memperkuat respons awal sehingga setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Kita ingin penanganan dimulai dari wilayah. Setiap titik api harus segera ditangani dan apabila membutuhkan dukungan tambahan segera dilaporkan,” kata Anton.
Ia juga meminta TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat meningkatkan patroli serta deteksi dini, sekaligus mengingatkan agar tidak ada pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Semua harus ikut menjaga wilayahnya. Tujuan kita sama, mencegah Karhutla sebelum meluas,” tegasnya.
Rakor turut dihadiri unsur TNI, Kejaksaan, BPBD, Satpol PP dan Damkar, OPD terkait, jajaran Polres Rohul serta perwakilan perusahaan. []