
ROKAN HULU – Upaya menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Rokan Hulu terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan pengerukan sedimentasi dan pembersihan Bendungan Menaming, yang bertujuan mengembalikan fungsi bendungan sebagai sumber utama pasokan air irigasi bagi lahan persawahan masyarakat.
Kegiatan yang berada di bawah koordinasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulfikri, ST, mendapat perhatian positif dari masyarakat. Pengerukan dilakukan untuk mengurangi endapan lumpur, membersihkan saluran air, serta memastikan distribusi air ke areal persawahan tetap lancar, terutama menghadapi musim tanam.
Bendungan Menaming selama ini memiliki peran strategis sebagai penyangga sistem irigasi di wilayah Kecamatan Rambah. Selain dimanfaatkan untuk pertanian, bendungan tersebut juga dikenal memiliki potensi wisata dan pernah menjadi lokasi pengembangan pembangkit listrik tenaga pikohidro oleh kalangan akademisi.
Menurut berbagai pihak, sedimentasi yang terus terjadi dapat mengurangi kapasitas tampung bendungan dan menghambat aliran air menuju jaringan irigasi. Karena itu, pengerukan dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan menjamin ketersediaan air bagi para petani.
Masyarakat berharap proses pengerukan dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, sehingga fungsi Bendungan Menaming dapat kembali optimal. Keberhasilan pemeliharaan bendungan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen, penguatan ketahanan pangan daerah, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam dokumen perencanaan tata ruang Kabupaten Rokan Hulu, kawasan Bendung Sei Menaming juga termasuk bagian dari pengembangan prasarana sumber daya air yang memiliki peran penting bagi daerah.
Pengerukan Bendungan Menaming menjadi bukti bahwa pemeliharaan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Rokan Hulu.