
Gotong Royong Masyarakat Sontang Bangun Jalur Dua Menuju Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo, Bang Anto: Ini Kebanggaan Kita Bersama
ROKAN HULU, RIAU – Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu kembali ditunjukkan warga Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sontang sekaligus Ketua APDESI Provinsi Riau, Zulfahrianto, SE, yang akrab disapa Bang Anto, pembangunan kawasan Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo terus berkembang dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Setelah sebelumnya menghebohkan publik dengan berdirinya Masjid Terapung di tepian Sungai Rokan yang megah dan unik, kini Bang Anto bersama masyarakat kembali melaksanakan kegiatan pembangunan jalur akses menuju masjid tersebut. Kegiatan hari ini difokuskan pada pembuatan jalur dua menuju lokasi Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo, yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat maupun para pengunjung.
Sejak pagi hari, ratusan warga tampak bahu-membahu bergotong royong. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sontang, Ketua BPD, Kepala Dusun I Harapan, para Ketua RW dan RT, Ketua Pemuda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga lainnya.
Bang Anto menyampaikan rasa syukur atas tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa, khususnya terhadap keberadaan Masjid Terapung yang kini menjadi ikon kebanggaan Desa Sontang.
“Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah menggerakkan hati masyarakat Sontang untuk terus bergotong royong membangun desa. Khususnya pembangunan Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo yang kita banggakan bersama. Ini bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat membangun kampung halaman,” ujar Bang Anto.
Menurutnya, pembangunan Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi sosial dan spiritual bagi generasi mendatang. Semangat kebersamaan yang terus tumbuh menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan desa.
Masjid Terapung yang berdiri anggun di pinggiran Sungai Rokan itu kini mulai dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung keindahan arsitektur masjid sekaligus menikmati panorama alam Sungai Rokan yang memukau.
Kehadiran jalur dua menuju kawasan masjid diharapkan mampu mendukung pengembangan destinasi wisata religi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Dengan akses yang semakin baik, kawasan Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Rokan Hulu bahkan Provinsi Riau.
Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, masyarakat Desa Sontang membuktikan bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah. Kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi contoh nyata bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada anggaran besar, tetapi juga lahir dari kepedulian, persatuan, dan kecintaan terhadap kampung halaman.
Masjid Terapung Syekh Muhammad Kayo kini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sontang, melainkan juga simbol kebangkitan desa yang dibangun dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang kuat.
(DR)