Tokoh Masyarakat Rokan Hulu Dihargai, Dukung Ketahanan Pangan”

Bagikan di sosmed anda

Tokoh Masyarakat Rokan Hulu Dihargai, Dukung Ketahanan Pangan”

Rokan Hulu – 14 April 2026
Langkah progresif ditunjukkan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polres Rokan Hulu yang memberikan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat dan perangkat desa atas kontribusi nyata dalam mendukung program strategis ketahanan pangan.

Penghargaan tersebut secara resmi diberikan oleh Kepala Polres Rokan Hulu kepada Abdul Mutholib, warga Desa Tambusai Utara,

Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu. Ia dinilai berhasil berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan Polri, khususnya melalui kegiatan pertanian jagung di wilayah hukum Polsek Tambusai Utara.

Dalam piagam bernomor P/…/IV/2026 tertanggal 14 April 2026 itu, disebutkan bahwa Abdul Mutholib yang lahir di Rantau Kasai pada 15 September 1976 dan berprofesi sebagai wiraswasta, telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung program Polri di bidang ketahanan pangan.

Tak hanya Abdul Mutholib, penghargaan juga diberikan kepada Sekretaris Desa Rantau Kasai serta sejumlah personel kepolisian dan tokoh masyarakat lainnya yang dinilai berkontribusi dalam menyukseskan program strategis tersebut.

Polisi Tak Hanya Penegak Hukum
Langkah ini menegaskan transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Program ketahanan pangan yang dijalankan bersama masyarakat menjadi bukti nyata sinergitas antara aparat dan warga.

Kapolres Rohul dalam keterangannya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kolaborasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah isu global. Apa yang dilakukan di tingkat desa seperti di Tambusai Utara ini adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional,” tegasnya.
Dari Desa ke Sorotan Dunia

Upaya yang dilakukan di Kabupaten Rokan Hulu ini sejatinya mencerminkan semangat global dalam menghadapi krisis pangan dunia. Di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi, gerakan berbasis komunitas seperti ini mulai mendapat perhatian luas, bahkan berpotensi menjadi model bagi daerah lain, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Program penanaman jagung yang digerakkan bersama masyarakat menjadi simbol ketahanan dan kemandirian. Dari lahan-lahan sederhana di desa, lahir harapan besar untuk ketahanan bangsa.

Harapan dan Tantangan
Meski mendapat apresiasi, tantangan ke depan tidak ringan. Konsistensi, pendampingan, serta penguatan akses pasar menjadi kunci agar program ini tidak berhenti sebagai seremoni semata.

Namun satu hal yang pasti—apa yang dilakukan oleh masyarakat Rantau Kasai dan Tambusai Utara hari ini adalah bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Polres Rohul telah memberi contoh: ketika negara hadir bersama rakyat, maka ketahanan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan.

(DR)

Tingalkan komentar anda

Verified by MonsterInsights