
Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMAN Bernas Binsus Pelalawan Menguat, Administrasi Membengkak Hingga Ratusan Juta
Pelalawan, Riau – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN Bernas Binsus, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tahun anggaran 2025 menuai sorotan tajam. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat indikasi kejanggalan dalam penggunaan anggaran, terutama pada pos administrasi yang nilainya melonjak signifikan.
Total dana BOS yang diterima sekolah ini dalam dua tahap mencapai lebih dari Rp1,2 miliar. Namun, rincian penggunaan menunjukkan adanya potensi ketidakwajaran dalam alokasi anggaran, bahkan ditemukan selisih antara dana diterima dan total penggunaan.
Tahap I (21 Januari 2025)
| Uraian Penggunaan | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Penerimaan Peserta Didik Baru | 0 |
| Pengembangan Perpustakaan | 176.240.000 |
| Kegiatan Pembelajaran & Ekstrakurikuler | 30.274.000 |
| Asesmen/Evaluasi Pembelajaran | 27.990.000 |
| Administrasi Kegiatan Sekolah | 15.235.800 |
| Pengembangan Profesi Guru & Tendik | 0 |
| Langganan Daya dan Jasa | 65.413.089 |
| Pemeliharaan Sarana & Prasarana | 150.550.000 |
| Alat Multimedia Pembelajaran | 0 |
| Bursa Kerja/PKL/LSP | 0 |
| Uji Kompetensi | 0 |
| Pembayaran Honor | 113.600.000 |
| Total Penggunaan | 579.302.889 |
| Dana Diterima | 603.750.000 |
| Selisih | 24.447.111 |
Catatan: Pada tahap ini terdapat selisih sebesar Rp24 juta lebih yang belum terjelaskan secara rinci.
Tahap II (16 September 2025)
| Uraian Penggunaan | Anggaran (Rp) |
|---|---|
| Penerimaan Peserta Didik Baru | 15.550.000 |
| Pengembangan Perpustakaan | 21.735.000 |
| Kegiatan Pembelajaran & Ekstrakurikuler | 43.930.000 |
| Asesmen/Evaluasi Pembelajaran | 57.016.000 |
| Administrasi Kegiatan Sekolah | 266.467.497 |
| Pengembangan Profesi Guru & Tendik | 3.225.000 |
| Langganan Daya dan Jasa | 78.948.614 |
| Pemeliharaan Sarana & Prasarana | 90.675.000 |
| Alat Multimedia Pembelajaran | 0 |
| Bursa Kerja/PKL/LSP | 0 |
| Uji Kompetensi | 0 |
| Pembayaran Honor | 50.650.000 |
| Total Penggunaan | 628.197.111 |
| Dana Diterima | 603.741.298 |
| Selisih | +24.455.813 (Over) |
Pada tahap kedua justru terjadi kelebihan penggunaan anggaran (over budget) sekitar Rp24 juta, yang memunculkan tanda tanya besar terkait mekanisme pengelolaan keuangan sekolah.
Sorotan Keras: Administrasi Membengkak
Yang paling mencolok adalah lonjakan pada pos administrasi kegiatan sekolah di tahap II yang mencapai Rp266 juta, meningkat drastis dibanding tahap I yang hanya sekitar Rp15 juta. Kenaikan yang tidak wajar ini memicu dugaan adanya mark-up atau penggelembungan anggaran.
Selain itu, sejumlah pos penting seperti:
- Pengadaan alat multimedia pembelajaran
- Pengembangan profesi guru
- Program peningkatan kompetensi
justru minim bahkan nihil anggaran, yang dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama Dana BOS untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Desakan Audit dan Penegakan Hukum
Sejumlah pihak mendesak agar:
- Inspektorat daerah segera turun tangan melakukan audit menyeluruh
- Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukan evaluasi penggunaan dana
Aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan jika ditemukan bukti kuat
Jika dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut berpotensi masuk dalam kategori penyalahgunaan anggaran negara yang merugikan dunia pendidikan.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa pengelolaan Dana BOS harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Publik berharap tidak ada praktik “permainan anggaran” di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi pilar utama pembangunan generasi bangsa.
Rilis : tim